s

Wisata

Wisata Hiu Paus di Gorontalo Paling Recomended Oleh Wisatawan

Wisata Hiu Paus di Gorontalo Paling Recomended Oleh Wisatawan

Jangan pernah meragukan keindahan destinasi bahari Gorontalo. Provinsi di Pulau Sulawesi ini memiliki andalan yang sukar ditemui di daerah lain. Di sana, tersedia wisata hiu paus yang dapat dinikmati.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku senang warga dapat memelihara dan memaksimalkan potensi alam untuk pariwisata.

“Warga dapat mobilisasi hal paling mendasar dari pariwisata. Yaitu memelihara kebersihan. Mereka tidak buang sampah sembarangan. Hasilnya, ekosistem menjadi benar-benar terjaga. Warga sendiri yang menikmati hasilnya. Hiu paus yang mereka jaga bersama dengan baik, kini menjadi atraksi unggulan di Gorontalo,” tutur Menpar, Senin (24/9).

Serunya Wisata Hiu Paus Pantai Botubarani, Destinasi Favorit di Gorontalo

Menurutnya, warga pun merasakan dampak dari pariwisata. Perekonomian menjadi terbantu. Caranya bersama dengan menyewakan perahu, peralatan snorkling, kantin, dan lainnya. “Itulah kapabilitas pariwisata untuk rakyat. Bisa langsung dinikmati,” ungkapnya.

Untuk dapat bermain bersama dengan hiu paus, maka wajib datang ke Desa Botu Barani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Lebih tepatnya menuju Pangkalan IV Wisata Hiu Paus. Jaraknya tidak jauh dari pusat Kota Gorontalo. Hanya lebih kurang 40 hingga 45 menit perjalanan pakai mobil.

Dari Pangkalan IV, naik bersama dengan perahu tradisional. Biayanya Rp75.000 per perahu yang cuma dapat dinaiki 3 penumpang, yang berjalan cuma lebih kurang 100 meter. Dari jarak ini, udah dapat lihat hiu paus bersama dengan jarak yang benar-benar dekat. Dari jarak itu, udah dapat bermain bersama dengan Sherly, nama seekor ikan hiu paus.

Menurut seorang warga yang menjadi pemandu, Tomi, tersedia lebih kurang 3 hingga 4 ekor hiu paus lebih kurang Botu Barani. “Semua diberi nama. Selain Sherly, tersedia Bima dan Susi. Rata-rata panjang mereka 7 hingga 8 meter. Yang paling besar adalah Bima, dapat raih 10 mtr. lebih,” papar Tomi.

Ada beraneka cara untuk menikmati atraksi Wisata Hiu Paus. Pertama tanpa wajib turun dari perahu. Namun wajib sabar. Karena, setelah pilih spot, pemandu dapat memanggil nama hiu paus sambil memukul sampan ke perahu. Sesudah mereka mendekat, baru kita beri makan bersifat udang.

Cara lainnya adalah bersama dengan berenang dan snorkling. Ini kesibukan yang benar-benar seru. Karena kita dapat bermain langsung bersama dengan para hiu paus. Namun, yang lebih asyik ulang adalah diving. Wisatawan dapat lihat langsung kesibukan hewan-hewan raksasa itu.

Tidak wajib takut, dikarenakan para hiu paus ini benar-benar ramah. Tapi ingat ya, dilarang memegang langsung hewan-hewan besar ini. “Hiu paus ini benar-benar dijaga oleh warga sekitar. Mereka juga diberi makan pagi dan sore. Apalagi saat ini mereka mengimbuhkan kontribusi buat warga,” tutur Tomi.

Perairan Botubarani di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo Menjadi Destinasi Favorit Wisawatan

Keberadaan hiu paus di Desa Botu Barani udah tersedia sejak lama. Warga pun udah akrab bersama dengan hewan ini jauh sebelum saat menjadi atraksi wisata. Sekitar 2015, atraksi ini merasa terdengar luas, sejak waktu itu wisatawan merasa berdatangan.

Ada waktu-waktu paling baik buat lihat atraksi ini, yakni lebih kurang Mei hingga Juli. Ada lebih kurang 8 ekor hiu paus yang terlihat, dan di bulan itu, kerap terlihat kesibukan lumba-lumba lebih kurang hiu paus.

Bila tersedia waktu baik, tersedia juga waktu yang kurang bagus. Yaitu lebih kurang September hingga awal tahun. Bahkan hiu paus dapat benar-benar menghilang. “Ada sebagian penyebab hiu paus tidak terlihat. Pertama dikarenakan itu adalah saatnya mereka migrasi. Yang ke-2 dikarenakan terdapatnya orka (paus pembunuh),” paham Tomi.

BACA JUGA : Rekomendasi Hotel di Ancol Terbaik dan Murah

Sedangkan Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Ricky Fauzi, menilai hadirnya hiu paus di Desa Botu Barani lantaran warganya tetap memelihara kelestarian alam.

“Pantai di Botu Barani ini benar-benar bersih. Sangat jernih. Ini yang mengakibatkan ekosistemnya terjaga bersama dengan baik. Warganya dapat memelihara kearifan lokal. Terbukti mereka dapat hidup dari pariwisata bersama dengan atraksi alamiah,” paparnya.

Ricky Fauzi berharap cara yang diambil warga Botu Barani dapat ditiru daerah lain. “Di Gorontalo, hampir semua pantainya bersih dan terjaga. Wisatawan tentu betah. Hal positif seperti inilah yang sebaiknya ditiru,” katanya.

You may also like...

error: Content is protected !!