s

Fashion

Mengenal Flapper, Gaya yang Terkenal di Amerika Pasca-Perang Dunia I

fashion Flapper

Pada awal abad ke-20 atau terhadap th. 1920-an, muncul sebuah fenomena sosial, yakni flapper. Istilah flapper mungkin terdengar asing bagi beberapa orang, meski begitu tren ini memadai terkenal dalam histori sosial Amerika Serikat.

Flapper adalah simbol yang terlampau dikenal berasal dari zaman 1920-an atau pasca-Perang Dunia I. Selain itu, kami juga akan sedikit membahas tentang situs judi online yang tersedia di link spaceman pragmatic

Arti flapper

Dilansir berasal dari Cambridge Dictionary, makna flapper mengacu terhadap seorang gadis remaja yang fashionable dan kerap kali coba tampil menawan dan juga menampilkan rasa yakin diri.

Istilah ini menggambarkan sekelompok perempuan muda yang mengekspresikan kebebasan, pemberontakan, dan style hidup berlainan berasal dari generasi sebelumnya.

Mereka adalah manifestasi berasal dari perubahan budaya di sedang penduduk yang bergerak menuju modernitas dan menginginkan perubahan.

Baca juga:

Tempat Wisata Pegunungan Terbaik di Jawa Tengah

Wisata Gorontalo, Wisata Sejarah hingga Bertemu Hiu Paus

Gaya dan penampilan

Flapper ditandai bersama dengan tampilan yang mencolok dan kontroversial untuk masanya. Para perempuan terhadap masa flapper, mengenakan rok pendek, berpotongan rambut bob yang lebih pendek berasal dari style rambut tradisional, dan juga mengenakan riasan mencolok layaknya lipstik merah cerah dan juga eyeliner tebal.

Gaya memakai pakaian mereka mencerminkan pemberontakan terhadap norma-norma sosial yang tersedia terhadap masa itu.

Perilaku dan style hidup

Meski terkenal sebagai tren style busana dan rambut, flapper bukan hanya perihal penampilan. Para perempuan terhadap masa flapper, termasuk dikenal bersama dengan perilaku mereka yang bebas dan penuh semangat.

Pada masa itu, para perempuan kerap menghadiri pesta dansa malam yang terkenal sebagai speakeasies sepanjang masa larangan alkohol di Amerika Serikat.

Hal ini perlihatkan sikap mereka yang anti-konformis terhadap hukum yang ada. Mereka singgah ke speaksies mengenakan gaun dan rok pendek, berambut bob, dan juga mengfungsikan make up bold bersama dengan lipstik merah. Para perempuan itu termasuk merokok dan minum alkohol.

Perilaku para perempuan flapper menggambarkan bahwa mereka termasuk miliki hak untuk menentukan dan menikmati kebebasan.

error: Content is protected !!